Sabtu, 15 Juni 2013

Michael Wong-Guang Liang

Guang Liang - Tong Hua 

wang le you duo jiu
zai mei ting dao ni
dui wo shuo ni zui ai de gu shi
wo xiang le hen jiu
wo kai shi huang le
shi bu shi wo you zuo cuo le shen me

#
ni ku zhao dui wo shuo
tong hua li du shi pian ren de
wo bu ke neng shi ni de wang zi
ye xu ni bu hui dong
cong ni shuo ai wo yi hou
wo de tian kong xing xing dou liang le

*
wo yuan bian cheng tong hua li
ni ai de na ge tian shi
zhang kai shuang shou
bian cheng chi bang shou hu ni
ni yao xiang xin
xiang xin wo men hui xiang tong hua gu shi li
xin fu he kuai le shi jie ju

Repeat # and *
wo yao bian cheng tong hua li
ni ai de na ge tian shi
zhang kai shuang shou
bian cheng chi bang shou hu ni
ni yao xiang xin
xiang xin wo men hui xiang tong hua gu shi li
xin fu he kuai le shi jie ju

wo hui bian cheng tong hua li
ni ai de na ge tian shi
zhang kai shuang shou
bian cheng chi bang shou hu ni
ni yao xiang xin
xiang xin wo men hui xiang tong hua gu shi li
xin fu he kuai le shi jie ju

yi qi xie wo men de jie ju

 

Jumat, 22 Februari 2013

Mama U Are Number One For Me


Number One For Me – Maher Zain

I was a foolish little child
Crazy things I used to do
And all the pain I put you through
Mama now I’m here for you

For all the times I made you cry
The days I told you lies
Now it’s time for you to rise
For all the things you sacrificed


Oooh
If I could turn back time rewind
If I could make it undone I swear that I would
I would make it up to you


Oooh
If I could turn back time rewind
If I could make it undone I swear that I would
I would make it up to you


Mom I’m all grown up now
I’ts a brand new day
I’d like to put a smile on your face everyday


Mom I’m all grown up now
And it’s not too late
I’d like to put a smile on your face everyday


You know you are the number one for me
You know you are the number one for me
You know you are the number one for me
Oh oh
number one for me


Now I finally understand
That famous line
About the day I’d face in time
Coz now I have a child of mine


Even though I was so bad
I’ve learnt so much from you
Now I’m trying to do it too
Love my kids the way you do


Oooh
If I could turn back time rewind
If I could make it undone I swear that I would
I would make it up to you


Oooh
If I could turn back time rewind
If I could make it undone I swear that I would
I would make it up to you


Mom I’m all grown up now
I’ts a brand new day
I’d like to put a smile on your face everyday


Mom I’m all grown up now
And it’s not too late
I’d like to put a smile on your face everyday


You know you are the number one for me
You know you are the number one for me
You know you are the number one for me
Oh oh
number one for me


There is no one in this world
That can take your place
Oooh I’m sorry for ever taken you for granted

I will use every chance I get
To make you smile
Whenever I’m around you

Now I will to try to love you
Like you love me
Only God knows how much you mean to me


Oooh
If I could turn back time rewind
If I could make it undone I swear that I would
I would make it up to you


Oooh
If I could turn back time rewind
If I could make it undone I swear that I would
I would make it up to you


Mom I’m all grown up now
I’ts a brand new day
I’d like to put a smile on your face everyday


Mom I’m all grown up now
And it’s not too late
I’d like to put a smile on your face everyday


The number one for me
The number one for me
The number one for me
Oh oh
Number one for me



Kamis, 21 Februari 2013

SUSTABER GIRL'S




Suatu ketika di ruang kelas sekolah menengah, terlihat suatu percakapan yang menarik. Seorang Pak Guru, dengan buku di tangan, tampak menanyakan sesuatu kepada murid-muridnya di depan kelas. Sementara itu, dari mulutnya keluar sebuah pertanyaan.

"Anak-anak, kita sudah hampir memasuki saat-saat terakhir bersekolah disini. Setelah 3 tahun, pencapaian terbesar apa yang membuat kalian bahagia ?. Adakah hal-hal besar yang kalian peroleh selama ini ?"

Murid-murid tampak saling pandang. Terdengar suara lagi dari Pak Guru, "Ya, ceritakanlah satu hal terbesar yang terjadi dalam hidup kalian ..."

Lagi-lagi semua murid saling pandang, hingga kemudian tangan Pak Guru itu menunjuk pada seorang murid.

"Nah, kamu yang berkacamata, adakah hal besar yang kamu temui ? Berbagilah dengan teman-temanmu ..."

Sesaat, terlontar sebuah cerita dari si murid, "Seminggu yang lalu, adalah saat-saat yang sangat besar buat saya. Orang tua saya, baru saja membelikan sebuah motor, persis seperti yang saya impikan selama ini."

Matanya berbinar, tangannya tampak seperti sedang menunggang sesuatu. "Motor sport dengan lampu yang berkilat, pasti tak ada yang bisa mengalahkan kebahagiaan itu !"

Pak Guru tersenyum.
Tangannya menunjuk beberapa murid lainnya.
Maka, terdengarlah beragam cerita dari murid-murid yang hadir.

Ada anak yang baru saja mendapatkan sebuah mobil.
Ada pula yang baru dapat melewatkan liburan di luar negeri.
Sementara, ada murid yang bercerita tentang keberhasilannya mendaki gunung.

Semuanya bercerita tentang hal-hal besar yang mereka temui dan mereka dapatkan. Hampir semua telah bicara,hingga terdengar suara dari arah belakang.

"Pak Guru ... Pak, saya belum bercerita."

Rupanya, ada seorang anak di pojok kanan yang luput dipanggil.

Matanya berbinar. Mata yang sama seperti saat anak-anak lainnya bercerita tentang kisah besar yang mereka punya.

"Maaf, silahkan, ayo berbagi dengan kami semua," ujar Pak Guru kepada murid berambut lurus itu.

"Apa hal terbesar yang kamu dapatkan ?" ujar Pak Guru mengulang pertanyaannya kembali.

"Keberhasilan terbesar buat saya, dan juga buat keluarga saya adalah ... saat nama keluarga kami tercantum dalam Buku Telepon yang baru terbit 3 hari yang lalu."

Sesaat senyap.

Tak sedetik, terdengar tawa-tawa kecil yang memenuhi ruangan kelas itu.
Ada yang tersenyum simpul, terkikik-kikik, bahkan tertawa terbahak mendengar
cerita itu.

Dari sudut kelas, ada yang berkomentar, "Ha ? Saya sudah sejak lahir menemukan nama keluarga saya di Buku Telepon.

Buku Telepon ?
Betapa menyedihkan ... hahaha ..."

Dari sudut lain, ada pula yang menimpali, "Apa tak ada hal besar lain yang kamu dapat selain hal yang lumrah semacam itu ?"

Lagi-lagi terdengar derai-derai tawa kecil yang masih memenuhi ruangan.
Pak Guru berusaha menengahi situasi ini, sambil mengangkat tangan.

"Tenang sebentar anak-anak, kita belum mendengar cerita selanjutnya. Silahkan teruskan, Nak ..."

Anak berambut lurus itu pun kembali angkat bicara.

"Ya, memang itulah kebahagiaan terbesar yang pernah saya dapatkan.
Dulu, Papa saya bukanlah orang baik-baik.
Karenanya, kami sering berpindah-pindah rumah.
Kami tak pernah menetap, karena selalu merasa di kejar polisi."

Matanya tampak menerawang.
Ada bias pantulan cermin dari kedua bola mata anak itu, dan ia melanjutkan.

" Tapi, kini Papa telah berubah.
Dia telah mau menjadi Papa yang baik buat keluarga saya.
Sayang, semua itu tidak butuh waktu dan usaha.

Tak pernah ada Bank dan Yayasan yang mau memberikan pinjaman modal buat bekerja. Hingga setahun lalu, ada seseorang yang rela meminjamkan modal buat Papa saya.

Dan kini, Papa berhasil.
Bukan hanya itu, Papa juga membeli sebuah rumah kecil buat kami.
Dan kami tak perlu berpindah-pindah lagi."

"Tahukah kalian, apa artinya kalau nama keluarga saya ada di Buku Telepon?

Itu artinya, saya tak perlu lagi merasa takut setiap malam dibangunkan Papa untuk terus berlari. Itu artinya, saya tak perlu lagi kehilangan teman-teman yang saya sayangi.

Itu juga berarti, saya tak harus tidur di dalam mobil setiap malam yang dingin. Dan itu artinya, saya, dan juga keluarga saya, adalah sama derajatnya dengan keluarga-keluarga lainnya."

Matanya kembali menerawang. Ada bulir bening yang mengalir.

" Itu artinya, akan ada harapan-harapan baru yang saya dapatkan nanti ..."

Kelas terdiam.
Pak Guru tersenyum haru.
Murid-murid tertunduk.

Mereka baru saja menyaksikan sebuah fragmen tentang kehidupan. Mereka juga baru saja mendapatkan hikmah tentang pencapaian besar, dan kebahagiaan.

Mereka juga belajar satu hal :
" Bersyukurlah dan berbahagialah setiap kali kita mendengar keberhasilan orang lain. Sekecil apapun ...Sebesar apapun ..."
^O^

^O^

Jumat, 16 November 2012

KEBERHASILAN DAN KEBAHAGIAAN


JANJI UNTUK MENGALAMI KEBAHAGIAAN
DAN KEBERHASILAN


Pembacaan Alkitab         : MAZMUR 1:1-6

Pada dasarnya bahagia dan berhasil  di mimpikan semua orang. Namun kita sering tidak menyadari, bahwa dari awqal penciptaan manusia di ciptakan untuk BERHASIL dan BAHAGIA.
Mengapa Tuhan mneciptakan manusia untuk BAHAGIA dan BERHASIL??
Karena hanya orang yang Bahagia dan Berhasil :

1.       Yang akan memiliki kerinduan untuk menjadi saksi Tuhan.
2.       Yang akan memiliki kekuatan untuk menang di tengah masalah.
3.       Yang akan memiliki semangat untuk bermimpi.
4.       Yang akan dengan sukacita dan rela hati berjalan dalam ketaatan.

BAHAGIA dan BERHASIL
Apa itu BAHAGIA?
Apa itu BERHASIL?

Bahagia                : sebuah keadaann dalam kehidupan, yang menyenangkan, dimana hanya kita sendiri yang paling tahu dan paling merasakan.

Berhasil                : sebuah tingkatan dalam kegidupan, yang menyenangkan dimana sering kali kita tidak menyadari, namun orang lain dapat menyaksikannya.

Bagaimana mengalami KEBAHAGIAAN dan KEBEHASILAN!!

Seorang akan mengalami Kebahagiaan dan keberhasilan :
1.       Jika pilihan-pilihan kita yang kita ambil, selalu mengarah pada pa yang benar, apa yang membangun, apa yang menjadi berkat, apa yang menyenangkan dan apa yang bernilai kekal.
2.       Jika kita tidak di perbudak untuk keinginan yang ujung-ujungnya merugikan dan menghancurkan kehidupan kita dengan benar.
3.       Jika kita memiliki kemampuan untuk mengisi waktu dengan baik, karena memang memiliki kemampuan untuk mengatur prioritas hidup kita dengan benar.



Kamis, 01 November 2012

Puisi Untuk Ayah


“AYAH”


Sedalam laut seluas langit
cinta selalu tak bias di ukur
begitulah Ayahku mengurai waktu meneteskan 
keringat dan rindunya untuk aku

Ayah pergi sangat pagi
tapi saat pulang ia tak lupa menjinjing pelangi
dan menguraikan warnanya
satu persatu pada Aku

Waktu memang tak akrab dengan aku dan ayah
tetapi di dalam buku harianku
tak pernah ada badai ataupun duka karena
Ayah dan tawa yang selalu bersamaku


                                                                                     


















From : YESIKA SANGER LIE 
                                                                  Dear  : Ayah